KOPI (Kumpulan Orang Pencari Inspirasi)
doc. syahrul
Tak banyak orang yang mengetahui sisi lain kehidupan mahasiswa di
luar aktifitas kuliahnya. Ternyata, selain melakukan kegiatan perkuliahan,
sebagian mahasiswa melakukan kegiatan lain di luar kampus yakni nongkrong. Tempat nongkrong yang biasanya dikunjungi
oleh mahasiswa yaitu warung kopi (warkop), di sana mahasiswa berkumpul dengan
rekan sejawatnya sambil mengerjakan tugas serta diskusi kelompok.
Warkop menjadi pilihan mahasiswa karena menu minuman yang harganya
relatif murah dari pada menu yang
disediakan cafe-cafe yang harganya lebih mahal. Warkop-warkop
sekarang kebanyakan juga sudah menyediakan fasilitas penunjang seperti Wireless
Fidelity (wifi), live music, ataupun game online yang
pas sekali bagi mahasiswa untuk mengisi waktu luangnya.
Fenomena ini sering kita jumpai di beberapa warkop yang berada di
daerah sekitar kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Hampir semua warkop yang terdapat di sekitar kampus tersebut pengunjungnya
adalah mahasiswa UINSA sendiri, hal ini bisa
dilihat dari aktifitas mahasiswa yang duduk berjam-jam walaupun hanya
meminum secangkir kopi.
Kopi dipercaya dapat menghilangkan rasa kantuk, selain itu minum
secangkir kopi juga dapat memberikan ide kreatif bagi penikmatnya. Inspirasi
akan datang dengan sendirinya sesaat setelah menyeruput secangkir kopi. Berkat
secangkir kopi pula tugas kuliah pada akhirnya dapat terselesaikan.
Beberapa alasan mengapa mahasiswa lebih memilih mengerjakan tugas
sambil ngopi karena tempatnya yang nyaman, suasana yang santai dan juga
jaringan internet yang mendukung. Kopi seakan-akan menjadi pahlawan bagi para mahasiswa saat dalam
keadaan suntuk.
Dibalik secangkir kopi banyak mahasiswa yang terselamatkan dari
tugas-tugas yang diberikan dosen. Ia yang menyelamatkan mahasiswa dari rasa
kantuk ini cukup berperan besar ketika mahasiswa dikejar deadline tugas
dan harus mengumpulkan tugas di pagi hari.
Bagi para mahasiswa perantauan, ngopi sambil nongkrong adalah
pelepas penat dan rindu pada keluarga. Selain sarana penghibur diri saat
suntuk, ngopi juga dapat mempererat tali silaturahmi yakni hubungan dengan
teman dan sahabat. Kedekatan tersebut membuat mahasiswa mempunyai keluarga baru
di perantauan sehingga tak merasa sendirian,
.
Kopi juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Peneliti dari Johns
Hopkins University mengamati efek kafein pada kopi tak hanya meningkatkan
kewaspadaan, melainkan juga membantu
meningkatkan daya ingat seseorang hingga rentang waktu 24 jam setelah diminum.
Selain itu kandungan kafein dalam kopi juga mengurangi resiko kanker.
Selain itu manfaat kopi yakni mengurangi resiko diabetes,
meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah batu empedu, mengurangi resko penyakit
liver/hari, mengurangi sakit kepala, membantu pembakaran lemak, dan mengurangi
resiko penyakit parkinson ( kerusakan otak dan saraf progresif yang
mempengaruhi gerakan)
Namun di sisi lain nongkrong di malam hari dapat mengakibatkan kelelahan yang memuncak,
kebiasaan nongkrong yang terlalu larut, tanpa disadari akan mengurangi waktu
tidur kita. Tidur memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh, jika terbiasa
nongkrong maka akan terbiasa pula tidur terlalu larut. Sementara hal tersebut
dapat mengakibatkan badan tidak fit atau bahkan bangun kesiangan.
Adapun waktu idealnya tidur
seseorang yakni antara 7-8 jam perhari. Dan dengan tidur yang sesuai, dapat
memberikan kesegaran saat bangun pagi, sehingga siap menjalani aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa yang biasanya nongkrong di warkop semalaman, maka kebutuhan tidurnya
pasti tidak tercukupi, akibatnya dia akan terlihat lelah dan akan menguap
sepanjang hari, bahkan lebih parahnya lagi tidur saat proses pembelajaran.
Sebenarnya nongkrong boleh saja dilakukan, hanya saja para
mahasiswa harus bisa mempergunakan waktunya sebaik mungkin, dengan membuat skala prioritas kegiatan wajib
maupun kegiatan yang kurang penting. Seperti tidur yang cukup dan mencicil
tugas kuliah.

Komentar
Posting Komentar