MENJADIKAN SALAM SEBAGAI SIMBOL DAMAI

Hasil gambar untuk logo perdamaian dunia
doc.google


Assalam’ualaikum adalah ucapan salam yang sama bagi seluruh umat Islam dimanapun kita berada. Tidak peduli bahasa dan dari suku bangsa apapun pemeluk Islam itu. Ketika diucapkan, orang akan segera tahu bahwa kita saudara sesama muslim. Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah.

Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya, itulah agama kita. Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti “Semoga Allah menjadi Pelindungmu”.

Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala). Dalam kaidah singkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu‘alaikum,”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau. Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatulla,.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan,” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan,” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].

Seorang muslim akan mengucap Assalamu‘alaikum ketika memulai pembicaraan atau berjumpa dengan muslim lain, baik yang dikenalnya maupun yang belum. Bahkan, ketika kita tidak melakukan pembicaraan atau berjumpa dengan orang lain sehari penuh, muslim akan mengucap Assalamu‘alaikum wa rahmatullah wa barokatuh minimal sepuluh kali sehari seusai melaksanakan shalat wajib atau sunnah. Assalamu‘alaikum secara harfiyah berarti salam bagi kamu sekalian. Salam berasal dari bahasa Arab yang memiliki beberapa arti. Salam berarti selamat, atau damai, dan juga berarti sejahtera. Dia dari akar kata yang sama dengan Islam yang berarti ketundukan, penyerahan diri, dan pemasrahan kepada kehendak Allah SWT. Al-Salam (atau Assalam) adalah juga salah satu dari 99 nama indah (Asma’ul Husna) Allah yang berarti Maha Sejahtera.

Karena terlalu sering diucapkan dan sudah terbiasa, seringkali kita mengucapkan Assalamu‘alaikum sambil lalu tanpa menghayati makna dari yang kita ucapkan. Padahal Assalamu‘alaikum bukanlah sekadar ucapan penghormatan (greeting) atau basa basi kepada orang lain, tetapi juga doa.

Dengan demikian, ketika kita mengucap Assalamu‘alaikum, maknanya kita menyampaikan kedamaian kepada orang lain dan menyatakan bahwa kita bukan ancaman baginya. Begitu pula salam yang kita ucapkan berarti kita mengharapkan dan mendo’akan keselamatan dan kesejahteraan baginya. Lebih jauh lagi bahkan kita mengatakan bahwa Allah (Al-Salam) melindunginya dan bersama dia.

Akan tetapi, kata Assalamu‘alaikum pada zaman sekarang sudah mulai luntur dari kebiasaan  masyarakat Islam dengan adanya perkembangan zaman yang mulai modern. Padahal keutamaan salam itu sangat penting untuk kedamaian dan kerukunan umat beragama di kehidupan. Ucapan Assalamu‘alaikum ketika kita sendirian berarti pula salam kepada seluruh alam semesta termasuk bumi dimana kita tinggal untuk sementara waktu. Salam kepada alam harus diartikan sebagai ungkapan hasrat untuk hidup berdamai dengan alam dengan menjauhkan diri dari perilaku yang dapat membawa kerusakan bagi alam.


Dengan telah memahami makna Assalamu‘alaikum, maka mulai sekarang hendaknya kita jangan hanya mengucap Assalamu‘alaikum tanpa menghayati maksud dan makna sesungguhnya dari ucapan kita. Oleh karena itu, bila ada seorang yang mengaku muslim tetapi dia tak inginkan perdamaian diantara sesama, mengancam serta menyakiti fisik dan hati orang lain dengan perbuatan dan ucapannya, bersikap jauh dari kasih sayang, tak menginginkan kesejahteraan dan keselamatan bagi orang lain, serta mencari nafkah dengan merusak alam yang seharusnya kita jaga dan wariskan kepada anak cucu kita. Maka sesungguhnya dia bukanlah muslim sebenar-benarnya. Dalam sebuah hadits dikatakan “Muslim sejati adalah dia yang tidak membahayakan setiap muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya”. [HR. Muslim]

Komentar

Postingan Populer